Minggu, 07 Desember 2008

Saya pun Memutuskan Maju...


TAK sedikit teman, keluarga & kolega yang bertanya mengenai benar tidaknya kabar yang menyebutkan saya menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Persatuang Pembangunan (PPP). Rata-rata ada dua pertanyaan yang dilontarkan; apakah benar pindah dari PDIP ke PPP? Apa benar jadi caleg DPRRI? Jawabannya pun ada dua,"ya" dan "ya".
Saya jelaskan, adalah benar saya kini bersama PPP, partai berlambang Ka'bah. Kenapa? Ini persoalan aqidah. Bahwa ketika saya aktif di PDIP, saya adalah non muslim. Kini, alhamdulillah, saya menjadi seorang muslim. Akhirnya, saya memutuskan untuk memilih ke PPP.
Aktivitas kepartaian sudah cukup lama saya tinggalkan, sejak habis masa tugas di DPRD Kaltim pada Fraksi PDIP tahun 2004. Saya lebih banyak ngurusin pekerjaan dan memperdalam ke-Islaman saya. Sehingga wajar ketika muncul pertanyaan dari sejumlah sahabat, mengenai masuknya nama saya di daftar caleg PPP untukDPR RI.
Menjawab pertanyaan kedua, apakah benar saya menjadi caleg DPR RI, saya selalu memberi keterangan yang cukup panjang lebar. Intinya, mengapa saya memilih --ketika diberi pilihan-- untuk menjadi caleg DPR RI. Saya katakan, bahwa saya melihat terlalu banyak anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim yang justru bukan orang Kaltim. Begitu juga di daftar caleg Pemilu 2009, hanya sekitar 25% yang orang Kaltim. Sebanyak 75% adalah titipan dari daerah lain. ada yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat, ada juga orang Bandung dan beberapa daerah lainnya.
Jika bukan orang Kaltim, kita pun kemudian mempertanyakan semangat ke-Kaltim-an nya, khususnya dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Kaltim. Lantas, siapa yang kita harapkan untuk dapat memperjuangkan aspirasi rakyat Kaltim?
Situasi inilah yang kemudian mendorong saya untuk menjadi caleg DPRRI yang kelak --jika terpilih-- akan total bekerja untuk Kaltim. **